Ditengah pandemi Covid-19, tidak mengurangi semangat Babinsa untuk tetap melakukan kegiatan karya bakti bersama masyarakat.
Mataram – Babinsa Kelurahan Ampenan utara Serka Maswan Efendi Melaksanakan gotong royong pemasangan tembok pembatas yang sekaligus Pendisiplinan masyarakat terhadap Protokol kesehatan yang bertempat di wilayah Lingkungan Kebontalo jaya, Kelurahan Ampenan utara, Kota Mataram, (18/7/21)
Anggota Koramil 09/Ampenan, Babinsa Kelurahan Ampenan Utara Seka Maswan Efendi selain memonitoring pecegahan penyebaran covid 19, juga membantu pelaksanaan pemasangan tembok pembatas.
Serka Maswan Efendi mengatakan pemasangan tembok pembatas dikerjakan secara bergotong royong, kegotong royongan inilah yang menjadi salah satu ciri khas bangsa Indonesia yang harus terus dilestarikan.
“Kehadiran Babinsa diharapkan dapat menumbuhkan kembali semangat gotong royong warga yang selama ini hampir pudar ditengah majunya jaman. Walaupun saat ini kita menghadapi wabah Covid-19, namun budaya ini tidak boleh hilang dan harus terus kita dilestarikan.
Tentu dengan tetap memperhatikan social distancing dan physical distancing, “Imbuhnya,Di jelaskan dengan bergotong royong, pihaknya optimis dalam beberapa hari kedepan pekerjaan akan cepet selesai agar bisa mengerjakan yang lain,”Katanya.
” Semoga hal ini dapat membantu warga terutama dalam kelancaran transportasinya sehingga secara ekonomi diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraannya,” Pungkasnya.
Danramil 09/Ampenan Kapten Inf Turmuzi mengatakan kepada masyarakat diperlukan kerjasama yang baik anatar TNI dengan apara desa untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, Masyarakat harus menerapkan protokol kesehatan dalam melindungi diri, keluarga maupun orang sekitarnya,”Imbuh Danramil.
“Lanjutnya saya berharap kesadaran masyarakat ditingkatkan dengan selalu menggunakan masker apabila kegiatan di luar rumah dan selalu mencuci tangan dengan sabun sesudah dan sebelum beraktifitas, menghindari kerumunan anatar satu dengan yang lainya untuk memutuskan mata rantai penyebaran covid-19,”Tutupnya Danramil.


